Pemilu di Indonesia dibagi dalam 3 phase, phase 1, pemilu jaman orla, phase2 pemilu jaman Orba dan phase 3 pemilu jaman reformasi. Pemilu jaman orla konon katanya paling demokratis, diikuti oleh banyak pastai, tapi saya belum menangi.
Pemilu jaman orba, satu kali diikuti oleh banyak partai dan selanjutnya diikuti oleh dua partai politik dan satu golongan karya. Saya tidak tahu persis, kenapa waktu itu pakai istilah dua partai politik dan satu golongan karya, subtansinya tetap tiga partai, karena cuma namanya saja tidak pakai istilah partai, melainkan dengan istilah golongan, tetapi praktek dan perilakukannya tidak ada bedanya dengan partai politik. Dua partai politik jaman orba sudah dikebiri, jadi tidak bakal bisa mendapat suara yang berarti, tujuannya memang hanya sekedar sebagai pelengkap demokrasi. Seiring bangkitnya kebebasan, pada jaman reformasi ini, PEMILU selalu diikuti oleh puluhan partai, tetapi partai besarnya tetap hanya tiga, selebihnya sebagai penggembira saja. Timbul pertanyaan, kenapa orang sedemikian bernapsu untuk mendirikan partai politik, padahal partai politi yang didirikan oleh orang kurang terkenal, umumnya hanya bisa menjadi peserta, sedangkan hasilnya? nggak ada apa-apanya.
Seperti biasa, selama masa kampanye, para kandidat baik Caleg maupun Capres, saling mengkritik dan saling mengumbar janji. Seperti yang baru lalu, partai opsisi mengkritik partai pemerintah, sedangkan partai pemerintah sibuk membalas. Kemudian mereka saling mengumbar janji, kalau terpilih akan begini dan begitu, seolah-olah berlebihan atau memang berlebihan, dipihak yang lain mengatakan bahwa banyak janji yang tidak masuk diakal. Sebetulnya sangat beruntung kalau akan yang mau mengobral janji karena dengan demikian, nanti kalau betul2 terpilih, para pemilih dapat menagih janji. Karena kalau tidak berjanji, artinya kalau terpilih tidak ada yang bisa ditagih. Terus bagaimana dong???. ya sudah kita tunggu saja hasilnya, siapa yang mendapat kesempatan untuk membuktikan janjinya waktu kampanye.
Senin, 20 Juli 2009
Sabtu, 18 Juli 2009
38. Main Bom
Belum lama ini masyarakat Jakarta khususnya dan Indonesia umum dikejutkan oleh Bom yang lagi-lagi meledak di Hotel Merriot untuk yang kedua kalinya. Korbannyapun banyak, orang begitu rela mengorbankan nyawanya sendiri demi keyakinan yang sempit. Begitulah perbuatan teror selalu berfikir sempit, tapi sebetulnya apa sih yang ingin di capai kok tega-teganya mengorbankan orang lain yang tidak tahu menahu urusannya.
Main Bom menjadi lain kalau kita bawa ke masa lalu, dimana waktu itu main Bom adalah hal yang menyenangkan. Dengan segumpal tanah liat yang sangat mudah didapat, anak2 bisa bergembira ria memainkan tanah tersebut sebagai Bom. Cara mainnya sederhana, dengan segumpal Tanah tadi, kita bikin kotak, setelah itu kita injek dengan tumit, sehingga membentuk cekungan pada tanah tadi, selanjutnya kita tanah tadi kita banting ke tanah dengan cekungan tadi menghadap ketanah. Maka bila posisinya tetap bantingan tanah tadi akan menimbulkan bunyi ledakan walaupun tidak terlalu keras, disitulah anak bersorak sorai. Mainan seperti itu saat ini sudah tidak ada lagi. Anak2 dikampung sudah lebih mengenal HP dari pada mainan tadi. Kapan2 kalau mudik kalau sempat ingin mencoba mainan itu lagi.
Main Bom menjadi lain kalau kita bawa ke masa lalu, dimana waktu itu main Bom adalah hal yang menyenangkan. Dengan segumpal tanah liat yang sangat mudah didapat, anak2 bisa bergembira ria memainkan tanah tersebut sebagai Bom. Cara mainnya sederhana, dengan segumpal Tanah tadi, kita bikin kotak, setelah itu kita injek dengan tumit, sehingga membentuk cekungan pada tanah tadi, selanjutnya kita tanah tadi kita banting ke tanah dengan cekungan tadi menghadap ketanah. Maka bila posisinya tetap bantingan tanah tadi akan menimbulkan bunyi ledakan walaupun tidak terlalu keras, disitulah anak bersorak sorai. Mainan seperti itu saat ini sudah tidak ada lagi. Anak2 dikampung sudah lebih mengenal HP dari pada mainan tadi. Kapan2 kalau mudik kalau sempat ingin mencoba mainan itu lagi.
Rabu, 18 Maret 2009
37. ISENG- ISENG DALAM KEMACETAN
Soal kemacetan lalu lintas diJakarta semua orang sudah tahu, semua orang sudah merasakan, tetapi belum semua menerima sebagai seuatu kenyataan. Kita tahu macet itu tidak nyaman, tetapi mau apa, pakai kendaraan sendiri ? setres, naik angkutan umum ngetem melulu, naik motor ? kena angin kena hujan, murah dan cepat tapi kurang nyaman.
Saya mencoba menerima itu sebagai kenyatan, karena saya berdaya untuk berbuat sesuatu yang dapat mengurangi kemacetan. Sementara itu di jalan K.Malang sambil iseng2 memperhatikan isi kendaraan yang lewat.
Untuk mobil pribadi umumnya isi satu atau dua orang, memang dijalan itu tidak ada pembatasan jumlah penumpang dalam kendaraan. Yang ironis adalah angkutan2 kecil seperti Mikrolet, Koasi, atau metro mini.
Pasalnya, pada pagi hari, musimnya orang berangkat ke kantor, tentunya banyak orang yang membutuhkan angkutan mestinya angkutan2 kecil yang saya sebut tadi harusnya penuh yang berarti panen.
Kenyataannya tidak demikian, kendaraan yang bergerak rata2 penumpangnya hanya 50 %, ada satu dua yang penumpangnya penuh, kalau yang sudah penuh mereka ngacir terus tidak berhenti2. Tetapi untuk mencapai penuhi perlu ngetem berkali2, resikonya penumpang mengumpat atau bahkan turun cari angkutan yang lain.
Jadi kalau melihat hal demikian, sebetulnya saat ini sebagian besar penumpang angkutan2 kecil tadi sudah pada pindah kemotor, artinya memakai motor sendiri, karena untuk memiliki motor, saat ini saratnya sangat mudah, hanya dengan Rp. 500,000.- sudah bisa membawa pulang motor.
Kita kembali keangkutan tadi, berarti sebetulnya jumlahnya saat ini sudah melebihi kebutuhannya, mungkin pada saat dikeluarkan ijin trayek memang segitu kebutuhannya.
Kini giliran pejabat perhubungan atau instansi yang mengeluarkan ijin trayek yang harus mengevaluasi jumlah kendara yang beroperasi. Bisa dibayangkan pada pagi hari saja penumpang sepi apalagi kalau siang hari atau waktu hari libur. kalau dibiarkan pasti para pengusaha angkutan akan mati bersama. Ini hasil iseng2 apa lagi kalau betul2 pasti hasil analisanya lebih konkrit.
Saya mencoba menerima itu sebagai kenyatan, karena saya berdaya untuk berbuat sesuatu yang dapat mengurangi kemacetan. Sementara itu di jalan K.Malang sambil iseng2 memperhatikan isi kendaraan yang lewat.
Untuk mobil pribadi umumnya isi satu atau dua orang, memang dijalan itu tidak ada pembatasan jumlah penumpang dalam kendaraan. Yang ironis adalah angkutan2 kecil seperti Mikrolet, Koasi, atau metro mini.
Pasalnya, pada pagi hari, musimnya orang berangkat ke kantor, tentunya banyak orang yang membutuhkan angkutan mestinya angkutan2 kecil yang saya sebut tadi harusnya penuh yang berarti panen.
Kenyataannya tidak demikian, kendaraan yang bergerak rata2 penumpangnya hanya 50 %, ada satu dua yang penumpangnya penuh, kalau yang sudah penuh mereka ngacir terus tidak berhenti2. Tetapi untuk mencapai penuhi perlu ngetem berkali2, resikonya penumpang mengumpat atau bahkan turun cari angkutan yang lain.
Jadi kalau melihat hal demikian, sebetulnya saat ini sebagian besar penumpang angkutan2 kecil tadi sudah pada pindah kemotor, artinya memakai motor sendiri, karena untuk memiliki motor, saat ini saratnya sangat mudah, hanya dengan Rp. 500,000.- sudah bisa membawa pulang motor.
Kita kembali keangkutan tadi, berarti sebetulnya jumlahnya saat ini sudah melebihi kebutuhannya, mungkin pada saat dikeluarkan ijin trayek memang segitu kebutuhannya.
Kini giliran pejabat perhubungan atau instansi yang mengeluarkan ijin trayek yang harus mengevaluasi jumlah kendara yang beroperasi. Bisa dibayangkan pada pagi hari saja penumpang sepi apalagi kalau siang hari atau waktu hari libur. kalau dibiarkan pasti para pengusaha angkutan akan mati bersama. Ini hasil iseng2 apa lagi kalau betul2 pasti hasil analisanya lebih konkrit.
Selasa, 03 Maret 2009
36. JELANG PEMILU
Hari2 belakangan ini hampir diseluruh pelosok tanah air lagi marak menyambut pemilu 2009. Bendera parpol terpasang dimana, gambar2 caleg terpampang disiap sisi jalan. Saking banyaknya gambar2 tersebut susah untuk mengamati dengan cermat. Yang diuntungkan pabrik tekstil dan pabrik kertas karena omsetnya pasti naik dengan significant.
Melihat begitu banyak gambar2 partai maupun gambar Caleg, terus terang saya jadi bingung. Kata orang kalalu bingung suruh jongkok, tetapi tetap saja bingung bagaimana tidak. Orangnya hampir 100 % tidak saya kenal, janjinya semua baik, terus mau pilih yang bagaimana ? mosok mau dipilih semua, atau sebaliknya tidak dipilih semua.
Saya salut kepada para caleg, karena punya keberanian untuk maju sebagai calon wakil rakyat. Persoalannya tidak berhenti disitu, seberapa jauh punya kemampuan untuk memikirkan rakyat yang memilihnya.
Walaupun demikian, saya terus berdoa kepada yang terpilih jangan lupa janjinya, kepada yang tidak terpilih sabar, tunggu pemilu berikutnya.
Menurut pendapat saya sebaiknya sih jumlah partai tidak perlu sebanyak itu, karena biaya pemilu jadi membengkak, sementara disana sini masih banyak rakyat yang miskin. Ini baru pemilu Legislatif dan DPD, bagaimana nanti kalau pemilu Presiden, pakai diulang lagi, katanya biar ada yang mencapai 51% suara.
Dalam pemilu demikian dana yang berputar besar sekali jumlahnya baik yang dikeluarkan oleh Pemerintah, oleh Partai maupun oleh Para Caleg.
Pesan saya kalau sudah terpilih jangan cari pulihan.
Melihat begitu banyak gambar2 partai maupun gambar Caleg, terus terang saya jadi bingung. Kata orang kalalu bingung suruh jongkok, tetapi tetap saja bingung bagaimana tidak. Orangnya hampir 100 % tidak saya kenal, janjinya semua baik, terus mau pilih yang bagaimana ? mosok mau dipilih semua, atau sebaliknya tidak dipilih semua.
Saya salut kepada para caleg, karena punya keberanian untuk maju sebagai calon wakil rakyat. Persoalannya tidak berhenti disitu, seberapa jauh punya kemampuan untuk memikirkan rakyat yang memilihnya.
Walaupun demikian, saya terus berdoa kepada yang terpilih jangan lupa janjinya, kepada yang tidak terpilih sabar, tunggu pemilu berikutnya.
Menurut pendapat saya sebaiknya sih jumlah partai tidak perlu sebanyak itu, karena biaya pemilu jadi membengkak, sementara disana sini masih banyak rakyat yang miskin. Ini baru pemilu Legislatif dan DPD, bagaimana nanti kalau pemilu Presiden, pakai diulang lagi, katanya biar ada yang mencapai 51% suara.
Dalam pemilu demikian dana yang berputar besar sekali jumlahnya baik yang dikeluarkan oleh Pemerintah, oleh Partai maupun oleh Para Caleg.
Pesan saya kalau sudah terpilih jangan cari pulihan.
Jumat, 16 Januari 2009
35. JEMBATAN TIMBANG
Jembatan Timbang, dari namanya jelas, fungsinya untuk menimbang, yang ditimbang adalah kendaraan pengangkut barang, untuk mengetahui berat kendaraan berikut muatan, dari situ akan diketahui apakah kendaraan dan muatannya masih dalam batas yang diijinkan.
Penentuan batas berat kendaraan didasarkan dengan kemampuan jalan dalam menanggung beban, supaya jalanan tidak cepat rusak, karena kalau cepat rusak tentu saja biaya perbaikan jalan jadi mahal. Seharusnya jembatan timbang bukan sebagai alat untuk mencari pendapatan.
Jadi bila kedapatan kendaraan membawa muatan melebihi ketentuan, seharusnya diturunkan, dan boleh meneruskan perjalanan bila muatan kendaraan yang melebihi batas telah diturunkan. Bila cara ini dapat dijalankan pasti jalan akan tahan lebih lama.
Tetapi dalam prakteknya, kendaraan yang melebihi batas muatan, diminta membayar keloket kemudian boleh meneruskan perjalan tanpa harus menurunkan kelebihan muatannya.
Dari sini timbul pertanyaan, kemana uang pungutan yang diterima itu disalurkan, apakah ke kas negara atau masuk ke saku masing2 oknom petugas. Seandainya pun uang itu masuk ke kas negara, pasti tidak setimpat dengan tingkat kerusakkan yang disebabkan oleh kelebihan beban. Sebagaimana yang kita ketahui, bahwa di jalan pantura setiap tahun menjelang lebaran selalu ada proyek perbaikan, alasan supaya pemudik lebih nyaman.
Sungguh prihatin bila fungsi dari jembatan timbang tidak dijalankan sebagaimana mestinya, maka janganlah heran bila jalan rusah melulu, dan kalau diperbaiki kualitasnya kurang sesuai dengan kebtuhan, maka jadinya proyek berjalan sepajang tahun.
Penentuan batas berat kendaraan didasarkan dengan kemampuan jalan dalam menanggung beban, supaya jalanan tidak cepat rusak, karena kalau cepat rusak tentu saja biaya perbaikan jalan jadi mahal. Seharusnya jembatan timbang bukan sebagai alat untuk mencari pendapatan.
Jadi bila kedapatan kendaraan membawa muatan melebihi ketentuan, seharusnya diturunkan, dan boleh meneruskan perjalanan bila muatan kendaraan yang melebihi batas telah diturunkan. Bila cara ini dapat dijalankan pasti jalan akan tahan lebih lama.
Tetapi dalam prakteknya, kendaraan yang melebihi batas muatan, diminta membayar keloket kemudian boleh meneruskan perjalan tanpa harus menurunkan kelebihan muatannya.
Dari sini timbul pertanyaan, kemana uang pungutan yang diterima itu disalurkan, apakah ke kas negara atau masuk ke saku masing2 oknom petugas. Seandainya pun uang itu masuk ke kas negara, pasti tidak setimpat dengan tingkat kerusakkan yang disebabkan oleh kelebihan beban. Sebagaimana yang kita ketahui, bahwa di jalan pantura setiap tahun menjelang lebaran selalu ada proyek perbaikan, alasan supaya pemudik lebih nyaman.
Sungguh prihatin bila fungsi dari jembatan timbang tidak dijalankan sebagaimana mestinya, maka janganlah heran bila jalan rusah melulu, dan kalau diperbaiki kualitasnya kurang sesuai dengan kebtuhan, maka jadinya proyek berjalan sepajang tahun.
Kamis, 27 November 2008
34. RADIO
Alat elektronik ini dulu pada masanya pernah menjadi barang mewah, harganya pun sangat tinggi, kalau ukuran orang desa waktu itu harga satu radio bisa sampai 10 kwintal padi, makanya pada waktu itu didesaku hanya ada 2 orang yang punya radio. Ukurannya pun sangat besar.
Generasi berikutnya mulai ada radio kecil2 kotaknya dari plastik. Yang paling terkenal waktu itu adalah radio merk Cawang.
Karena kurangnya hiburan, khususnya d pedesaan, Semua acara yang disiarkan radio merupakan hiburan satu2nya. Ketika itu belum banyak radio swasta, jadi yang paling dominan adalah RRI, tentu acaranya sudah diatur oleh pemerintah.
Setelah mulai muncul radio amatir, acaranyapun mulai berkembang, segment anak muda remaja menjadi acara yang sangat menhibur. Pilihan pendengar adalah salah satu acara hiburan yang sangat disenang oleh anak2 muda, pada saat acara tersebut banyak anak2 yang hanya duduk mendengarkan penyiar membacakan para pemesan lagu, berharap kalau2 namanya disebut karena mendapat kiriman lagu.
Khusus untuk anak muda remaja pilihan pendengar merupakan sarana PDKT kepada lawan jenis yang ditaksir, waktu itu menyatakan perasaan secara langsung masih malu2. Aneh kadang2 lagu yang diputar hanya beberapa, padahal waktunya umumnya 1 jam, kebanyakan pemesan lagu.
Acara lainnya adalah REMAJA RADIO CLUB, acara ini merupakan acara jalinan komunikasi antara pendengar dan penyiar atau sebaliknya dan antara pendengar dengan pendengar, media komunikasinya waktu itu hampir semuanya pakai surat. Belum ada telpon dirumah2.
Untuk orang tua umumnya kesenian tradisional, seperti Kethoprak, Wayang orang, dan wayang kulit.
Saat ini setelah radio meraja lela, ditambah lagi dengan televisi, acara2 radio banyak ditinggalkan.
Kecuali untuk daerah terpencil, radio masih berperan.
Bagi anak2 yang lahir tahun 70 an radio sudah tidak banyak artinya.
Sekedar bernostalgia.
Generasi berikutnya mulai ada radio kecil2 kotaknya dari plastik. Yang paling terkenal waktu itu adalah radio merk Cawang.
Karena kurangnya hiburan, khususnya d pedesaan, Semua acara yang disiarkan radio merupakan hiburan satu2nya. Ketika itu belum banyak radio swasta, jadi yang paling dominan adalah RRI, tentu acaranya sudah diatur oleh pemerintah.
Setelah mulai muncul radio amatir, acaranyapun mulai berkembang, segment anak muda remaja menjadi acara yang sangat menhibur. Pilihan pendengar adalah salah satu acara hiburan yang sangat disenang oleh anak2 muda, pada saat acara tersebut banyak anak2 yang hanya duduk mendengarkan penyiar membacakan para pemesan lagu, berharap kalau2 namanya disebut karena mendapat kiriman lagu.
Khusus untuk anak muda remaja pilihan pendengar merupakan sarana PDKT kepada lawan jenis yang ditaksir, waktu itu menyatakan perasaan secara langsung masih malu2. Aneh kadang2 lagu yang diputar hanya beberapa, padahal waktunya umumnya 1 jam, kebanyakan pemesan lagu.
Acara lainnya adalah REMAJA RADIO CLUB, acara ini merupakan acara jalinan komunikasi antara pendengar dan penyiar atau sebaliknya dan antara pendengar dengan pendengar, media komunikasinya waktu itu hampir semuanya pakai surat. Belum ada telpon dirumah2.
Untuk orang tua umumnya kesenian tradisional, seperti Kethoprak, Wayang orang, dan wayang kulit.
Saat ini setelah radio meraja lela, ditambah lagi dengan televisi, acara2 radio banyak ditinggalkan.
Kecuali untuk daerah terpencil, radio masih berperan.
Bagi anak2 yang lahir tahun 70 an radio sudah tidak banyak artinya.
Sekedar bernostalgia.
33. JEMBATAN PENYEBERANGAN
Di kota2 besar, jembatan penyeberangan mudah dijumpai, karena memang ditujukan kepada pejalan kaki yang ingin menyeberang, sementara lalu lintas selalu padat, maka jembatan penyeberanganlah solusinya. Tapi apakah sudah dimanfaatkan sebagaimana mestinya, jawabannya belum. Sebagian nampak sepi penyeberang yang lewat jembatan, mereka masih berani nekad memotong jalan yang sudah ramai. Memang jembatan penyeberangan punya keterbatasan.
Jembatan penyeberangan hanya ditempat tertentu, sementara penyeberang maunya praktis, bisa menyeberang dimana saja. Karena sepi penyeberang, orang yang semula mau tertib melalui jembatan takut, karena sering pula di jembatan itu terjadi kriminalitas.
Ditempat tertentu, jembatan penyeberangan menjadi lahan kali lima dan juga para pengemis, akibatnya pengguna jalan menjadi kurang nyaman. Terus didinding2 luar banyak dijadikan media iklan, tentunya ini menjadi makin rawan karena menjadi tertutup.
Untuk meningkatan fungsinya perlu ada pembenahan, dan tindakan tegas dari aparat bagi para pelanggarnya.
Ciptakan rasa aman menyeberang, dan ambil tindakan bagi para penyeberang disembarang tempat padahal didekatnya sudah disediakan jembatan penyeberangan.
Jembatan penyeberangan hanya ditempat tertentu, sementara penyeberang maunya praktis, bisa menyeberang dimana saja. Karena sepi penyeberang, orang yang semula mau tertib melalui jembatan takut, karena sering pula di jembatan itu terjadi kriminalitas.
Ditempat tertentu, jembatan penyeberangan menjadi lahan kali lima dan juga para pengemis, akibatnya pengguna jalan menjadi kurang nyaman. Terus didinding2 luar banyak dijadikan media iklan, tentunya ini menjadi makin rawan karena menjadi tertutup.
Untuk meningkatan fungsinya perlu ada pembenahan, dan tindakan tegas dari aparat bagi para pelanggarnya.
Ciptakan rasa aman menyeberang, dan ambil tindakan bagi para penyeberang disembarang tempat padahal didekatnya sudah disediakan jembatan penyeberangan.
Minggu, 16 November 2008
32. APA ARTI PERUBAHAN
Kata2 perubahan sering berlawanan dengan kata2 kemapanan. Biasanya anak2 muda paling getol menuntut perubahan, tetapi perlahan2 tututan makin kendor, lama kelamaan masuk kewilayah yang menyukai kemapanan. Pada waktu muda, wajar menuntut perubahan, karena kalau tidak ada perubahan maka yang muda tidak akan kebagian.
Sedangkan kalau sudah mulai tua, empat puluh keatas, tututan perubahan mulai kendor, karena pada usia itu seseorang sudah mulai bisa menikmati fasilitas. Kalau dia masih menuntut perubahan, artinya fasilits itupun akan berpindah.
Perubhaan secara radikal disebut revolusi, sedangkan secara alamiah disebut evolusi, keduanya bisa bermakna positif kalau disiasat dengan arif.
Menghadapi penjajah harus dengan revolusi karena kalau tidak kemerdekaan tidak akan tercapai, tentunya dengan segala bentuk pengorbanannya. Tetapi di alam kemerdekaan perubahan secara evolusi lebih diperlukan. karena dengan cara ini eksesnya tidak berdampat negatif.
Pada tahun 65 terjadilah revolusi ada yang kalah ada yang memang, yang kalah punah dan yang menang berkuasa.
Tahun 97 terjadi reformasi, memang tidak mirip banget dengan revolusi, tetapi terjadi juga perubahan yang luar biasa. Ketika itu tidak ada yang kalah semua merasa menang. Makanya dalam mengisi setelah reformasi selalu gontok2 an terus karena masih sama2 menang.
Susah dech,,,,
Sedangkan kalau sudah mulai tua, empat puluh keatas, tututan perubahan mulai kendor, karena pada usia itu seseorang sudah mulai bisa menikmati fasilitas. Kalau dia masih menuntut perubahan, artinya fasilits itupun akan berpindah.
Perubhaan secara radikal disebut revolusi, sedangkan secara alamiah disebut evolusi, keduanya bisa bermakna positif kalau disiasat dengan arif.
Menghadapi penjajah harus dengan revolusi karena kalau tidak kemerdekaan tidak akan tercapai, tentunya dengan segala bentuk pengorbanannya. Tetapi di alam kemerdekaan perubahan secara evolusi lebih diperlukan. karena dengan cara ini eksesnya tidak berdampat negatif.
Pada tahun 65 terjadilah revolusi ada yang kalah ada yang memang, yang kalah punah dan yang menang berkuasa.
Tahun 97 terjadi reformasi, memang tidak mirip banget dengan revolusi, tetapi terjadi juga perubahan yang luar biasa. Ketika itu tidak ada yang kalah semua merasa menang. Makanya dalam mengisi setelah reformasi selalu gontok2 an terus karena masih sama2 menang.
Susah dech,,,,
Jumat, 14 November 2008
31. SEPAKBOLA NASIONAL
Kompetisi antar Klub sudah berjalan sejak tahun 1978 dengan nama Galatama, setelah mengalami berbagai perubahan saat ini namanya liga super. Pemain asing khususnya kulit hitam meraja lela distadion di Kota2 di Indonesia. Gaji pemain bola dari luar cukup tinggi, pemain lokal juga mendapat manisnya. Kesebalasan tersebar dari papua hingga Banda Aceh, pecinta bola dimanjakan suguhan setiap saat. Sayang banyak catatan yang nadanya miring tertuju kepada PSSI sebagai organisasi yang menaungi persepak bolaan nasional :
1. Dengan banyak pemain asing, biaya untuk transfer dll cukup tinggi.
2. Tidak bisa meningkatkan kualitas timnas, untuk menjadi juara asean saja sulit.
3. Untuk klub yang nota bene didukung oleh pemain asing, untuk tingkatan ASEAN juga masih sulit.
4. Kerusuhan baik oleh Sporter, Pemain, Oficial makin menjadi2.
Terus apa yang sudah dicapai dengan mendatangkan pemain dari luar, cobalah dengan source sendiri, ciptakan kesebelasan yang tangguh. Emang gampang??????????
1. Dengan banyak pemain asing, biaya untuk transfer dll cukup tinggi.
2. Tidak bisa meningkatkan kualitas timnas, untuk menjadi juara asean saja sulit.
3. Untuk klub yang nota bene didukung oleh pemain asing, untuk tingkatan ASEAN juga masih sulit.
4. Kerusuhan baik oleh Sporter, Pemain, Oficial makin menjadi2.
Terus apa yang sudah dicapai dengan mendatangkan pemain dari luar, cobalah dengan source sendiri, ciptakan kesebelasan yang tangguh. Emang gampang??????????
Rabu, 12 November 2008
30. LALU LINTAS DIKOTA BESAR
Lalu lintas dikota besar di Indonesia umumnya semrawut, hal2 yang terkait dengan lalu lintas sbb:
1. Ruas Jalan.
2. Sarana Transportasi.
3. Pemanfaatan Ruas Jalan.
4. Sikap Pengguna jalan.
5. Rambu2 lalu lintas.
Umumnya Ruas jalan tidak sebanding dengan jumlah sarana transportasi, baik transportasi umum maupun kendaraan Pribadi. Pertambahan ruas jalan berjalan lambat, pertambahan Kendaraan cepat sekali.
Ruas jalan yang serba terbatas dimanfaatkan untuk hal2 diluar peruntukkan yang semestinya : seharusnya hanya untuk lalu lintas tetapi kenyataannya ; untuk Pedagang Kaki Lima, untuk lahan Usaha, Untuk Parkir liar.
Sikap pengguna jalan sering menyalah aturan : lampu merah diserobot, berhenti sembarang tempat, kemudian menyebabkan kemacetan.
Rambu2 lalu lintas : penempatannya sering tidak sesuai dengan kenyataan : Tanda dilarang parkir tetapi didekatnya banyak kendaraan parkir. Banyak rambu2 yang tertutup pepohonan dimana seharusnya ada pemotongan tetapi ternyata tidak dilakukan.
Jadi, untuk mengatasi lalu lintas tidak hanya masalah transportasi, tetapi berbagai aspek harus ditangani secara simultan. Mudah2 an bisa tertangani.
1. Ruas Jalan.
2. Sarana Transportasi.
3. Pemanfaatan Ruas Jalan.
4. Sikap Pengguna jalan.
5. Rambu2 lalu lintas.
Umumnya Ruas jalan tidak sebanding dengan jumlah sarana transportasi, baik transportasi umum maupun kendaraan Pribadi. Pertambahan ruas jalan berjalan lambat, pertambahan Kendaraan cepat sekali.
Ruas jalan yang serba terbatas dimanfaatkan untuk hal2 diluar peruntukkan yang semestinya : seharusnya hanya untuk lalu lintas tetapi kenyataannya ; untuk Pedagang Kaki Lima, untuk lahan Usaha, Untuk Parkir liar.
Sikap pengguna jalan sering menyalah aturan : lampu merah diserobot, berhenti sembarang tempat, kemudian menyebabkan kemacetan.
Rambu2 lalu lintas : penempatannya sering tidak sesuai dengan kenyataan : Tanda dilarang parkir tetapi didekatnya banyak kendaraan parkir. Banyak rambu2 yang tertutup pepohonan dimana seharusnya ada pemotongan tetapi ternyata tidak dilakukan.
Jadi, untuk mengatasi lalu lintas tidak hanya masalah transportasi, tetapi berbagai aspek harus ditangani secara simultan. Mudah2 an bisa tertangani.
Kamis, 23 Oktober 2008
29. STOP ROKOK TANPA PELARIAN
Sebagaimana kebanyakan anak kecil yang suka nyoba2, begitu juga saya. Teman2 kecil saya dulu ketika masih di SR kelas 5 sudah mulai nyoba2 merokok, rokoknya pun klembak menyan merk tengwe alian nglinting dewe. Ketika itu belum begitu bisa merasakan, tapi jalan terus tanpa sepengetahuan orang tua, kalau ketahuan ya dimarahi.
Kebiasaan terus berlanjut di SMP, rokok tengwe mulai ditinggalkan, rokok Cengkeh merk sarang burung sudah mulai ngetop di kampung saya. Lama kelamaan sudah mulai bisa merasa ketagihan, kalau sudah demikian rokok apa saja dirokok.
Ketika di SLTA sekolah di kutoarjo makin menjadi-jadi, sebagian uang saku bukan untuk beli makan atau minum, melainkan untuk membeli rokok. Karena sebagian waktunya di kos2 an maka merokok mulai bebas.
Waktu merantau dan mulai kerja makin jadi, teman sekantor semua merokok, jadi mau merokokpun tidak malu2. Rokok Gudang garam merah menjadi favoritku. Namanya orang sudah punya uang sendiri, walaupun jumlahnya sedikit, tetapi bisa bebas menikmasi rokok. Pokoknya tiada hari tanpa rokok, cuma kalau dirumah, karena masih numpang Kakak, saya tidak enak merokok dirumah, karena tidak merokok.
Begitu ada kesempatan kos sendiri makin bebas lagi, prei rokok hanya kalau sakit, begitu mulai sembuh, keinginan untuk menghisap rokok datang lagi.
Ketika itu saya juga heran kenapa orang pakai susah2 berhenti merokok, bahkan ada yang terapinya kalau pingin rokok, diganti dengan makan permen, katanya biar bisa berhenti merokok, tapi nyatanya makan permen jalan merokok juga tidak berhenti. Ada yang dengan mengurangi misalnya sehari cukup 3 batang sehari, selebihnya mencium rokok, hasil akhirnya nihil juga, akhirnya rokok jalan.
Suatu ketika, saya berolah raga jalan kaki keliling jalan di Jakarta, mungkin jaraknya ada 20 KM dibawah terik mata hari. Waktu sampai depan setasiun kota saya istirahat dulu sambil minum es, wah segar sekali. Tapi besoknya tenggorokan sakit sekali. batuk tidak keluar badan terasa meriang. Sakit berat. Menghisap rokok tidak enak lagi. Ketika itu sakit hampir seminggu, keinginan rokok hilang sama sekali. Biasanya kalau mulai sembuh dari sakit aroma rokok sangat menggoda, tetapi ketika itu boleh dibilang lupa dengan rokok. Setelah berjalan 2 minggu baru sadar kalau saya sudah tidak merokok, walaupun dirumah ada stock rokok, menyentuhpun tidak. Barulah saya sadar, bahwa saya telah berhasil berhenti merokok, dan ketika itulah berniat untuk terus tidak merokok sampai sekarang. Sampai teman2ku heran kok bisa berhenti merokok begitu saja tanpa harus pakai pelarian segala.
Kesimpulan saya kalau memang mau berhenti merokok, ya berhenti saja tidak pakai cara2 mengurangi atau makan permen. Karena merokok dan tidak merokok memang tidak bisa dipertentangkan. Para orang tua yang sudah sepuh2 oh terus merokok juga.
Yang masih merokok silahkan menikmati.
Kebiasaan terus berlanjut di SMP, rokok tengwe mulai ditinggalkan, rokok Cengkeh merk sarang burung sudah mulai ngetop di kampung saya. Lama kelamaan sudah mulai bisa merasa ketagihan, kalau sudah demikian rokok apa saja dirokok.
Ketika di SLTA sekolah di kutoarjo makin menjadi-jadi, sebagian uang saku bukan untuk beli makan atau minum, melainkan untuk membeli rokok. Karena sebagian waktunya di kos2 an maka merokok mulai bebas.
Waktu merantau dan mulai kerja makin jadi, teman sekantor semua merokok, jadi mau merokokpun tidak malu2. Rokok Gudang garam merah menjadi favoritku. Namanya orang sudah punya uang sendiri, walaupun jumlahnya sedikit, tetapi bisa bebas menikmasi rokok. Pokoknya tiada hari tanpa rokok, cuma kalau dirumah, karena masih numpang Kakak, saya tidak enak merokok dirumah, karena tidak merokok.
Begitu ada kesempatan kos sendiri makin bebas lagi, prei rokok hanya kalau sakit, begitu mulai sembuh, keinginan untuk menghisap rokok datang lagi.
Ketika itu saya juga heran kenapa orang pakai susah2 berhenti merokok, bahkan ada yang terapinya kalau pingin rokok, diganti dengan makan permen, katanya biar bisa berhenti merokok, tapi nyatanya makan permen jalan merokok juga tidak berhenti. Ada yang dengan mengurangi misalnya sehari cukup 3 batang sehari, selebihnya mencium rokok, hasil akhirnya nihil juga, akhirnya rokok jalan.
Suatu ketika, saya berolah raga jalan kaki keliling jalan di Jakarta, mungkin jaraknya ada 20 KM dibawah terik mata hari. Waktu sampai depan setasiun kota saya istirahat dulu sambil minum es, wah segar sekali. Tapi besoknya tenggorokan sakit sekali. batuk tidak keluar badan terasa meriang. Sakit berat. Menghisap rokok tidak enak lagi. Ketika itu sakit hampir seminggu, keinginan rokok hilang sama sekali. Biasanya kalau mulai sembuh dari sakit aroma rokok sangat menggoda, tetapi ketika itu boleh dibilang lupa dengan rokok. Setelah berjalan 2 minggu baru sadar kalau saya sudah tidak merokok, walaupun dirumah ada stock rokok, menyentuhpun tidak. Barulah saya sadar, bahwa saya telah berhasil berhenti merokok, dan ketika itulah berniat untuk terus tidak merokok sampai sekarang. Sampai teman2ku heran kok bisa berhenti merokok begitu saja tanpa harus pakai pelarian segala.
Kesimpulan saya kalau memang mau berhenti merokok, ya berhenti saja tidak pakai cara2 mengurangi atau makan permen. Karena merokok dan tidak merokok memang tidak bisa dipertentangkan. Para orang tua yang sudah sepuh2 oh terus merokok juga.
Yang masih merokok silahkan menikmati.
Jumat, 26 September 2008
Selasa, 23 September 2008
28. SEMINGGU LAGI LEBARAN
Dulu waktu kecil, hari2 menjelang lebaran betul2 dihitung, sambil berkali2 lihat baju barunya, sekarang lebaran tidak pernah dihitung2 tahu2 sudah datang sendiri. Pakaian seadanya.
Semua penyedia jasa angkutan sedang mengalami panen, karena bisa menaikan tarif dan kendaraannya penuh, cuma arus baliknya sering kosong, baru setelah lebaran arus balik penuh dan jalur mudiknya yang kosong. Bagi yang mudik baik yang pakai kendaraan umum atau pakai kendaraan sendiri, padat, apalagi kalau sudah mepet2 lebaran.
Pada saat2 itu, para penghuni yang tinggal diJakarta menikmati lengangnya jalan, sepi, karena semua kendaraan baik pribadi maupun angkutan umum dipakai keluar kota. Setelah silahturahmi seperlunya kembali kerutinitas.
Sebaliknya yang mudik, begitu selesai silahturahmi mulai mikir baliknya, macet lagi, tapi biarpun capai tidak terasa karena semua sudah direncanakan. Mudah2an semua yang pulang, aman dijalan, rumah yang ditinggal juga aman tidak dijarah maling. Disinilah perlunya semua hati2 supaya semua aman dan nyaman.
Semua penyedia jasa angkutan sedang mengalami panen, karena bisa menaikan tarif dan kendaraannya penuh, cuma arus baliknya sering kosong, baru setelah lebaran arus balik penuh dan jalur mudiknya yang kosong. Bagi yang mudik baik yang pakai kendaraan umum atau pakai kendaraan sendiri, padat, apalagi kalau sudah mepet2 lebaran.
Pada saat2 itu, para penghuni yang tinggal diJakarta menikmati lengangnya jalan, sepi, karena semua kendaraan baik pribadi maupun angkutan umum dipakai keluar kota. Setelah silahturahmi seperlunya kembali kerutinitas.
Sebaliknya yang mudik, begitu selesai silahturahmi mulai mikir baliknya, macet lagi, tapi biarpun capai tidak terasa karena semua sudah direncanakan. Mudah2an semua yang pulang, aman dijalan, rumah yang ditinggal juga aman tidak dijarah maling. Disinilah perlunya semua hati2 supaya semua aman dan nyaman.
Selasa, 16 September 2008
27. ALASAN ORANG MEMILIH SARANA TRANSPORTASI
Ada empat alasan seseorang memilih sarana transportasi yakni: murah, nyaman, aman dan cepat.
Keempat alasan tersebut tidak bisa dipilih sekali gus, bahkan untuk tiga alasan juga sudah. Kalau seseorang memilih yang murah, biasanya tidak nyaman dan tidak aman. Kalau seseorang memilih Nyaman biasa tidak murah atau mahal. Apalagi kalau orang memilih yang Nyaman dan aman pasti mahal. Kalau seseorang memilih yang cepat, aman dan nyaman sudah hampir pasti mahal harganya. Saat ini yang harganya murah tetapi cepat satu2nya adalak KRL (kereta api listrik), cuma memang tidak nyaman dan tidak aman. Jadi pada dasarnya tidak ada yang memilih mahal, karena yang mereka pilih pasti diantara yang empat tadi, sedang mahal itu akibat memilih salah satu dari empat tersebut diatas. Gara mencari mana yang paling bisa dipilih dari yang tersebut diatas, maka sekarang banyak orang beralih naik sepeda motor, karena lebih cepat dan murah, sedangkan keamanan dan kenyaman belum dijamin. Ditambah lagi sekarang banyak kemudahan untuk memiliki sepeda motor, hanya dengan 500 ribu orang bisa membawa pulang motor. Adapun untuk kalangan menengah keatas biasanya memilih yang nyaman, aman, cepat, untuk yang kelas menengah kebawah yang dipilih adalah murah dan cepat. Kesimpulannya baik kalangan atas dan kalangan bawah, kedua2nya sama2 ingin cepat.
Keempat alasan tersebut tidak bisa dipilih sekali gus, bahkan untuk tiga alasan juga sudah. Kalau seseorang memilih yang murah, biasanya tidak nyaman dan tidak aman. Kalau seseorang memilih Nyaman biasa tidak murah atau mahal. Apalagi kalau orang memilih yang Nyaman dan aman pasti mahal. Kalau seseorang memilih yang cepat, aman dan nyaman sudah hampir pasti mahal harganya. Saat ini yang harganya murah tetapi cepat satu2nya adalak KRL (kereta api listrik), cuma memang tidak nyaman dan tidak aman. Jadi pada dasarnya tidak ada yang memilih mahal, karena yang mereka pilih pasti diantara yang empat tadi, sedang mahal itu akibat memilih salah satu dari empat tersebut diatas. Gara mencari mana yang paling bisa dipilih dari yang tersebut diatas, maka sekarang banyak orang beralih naik sepeda motor, karena lebih cepat dan murah, sedangkan keamanan dan kenyaman belum dijamin. Ditambah lagi sekarang banyak kemudahan untuk memiliki sepeda motor, hanya dengan 500 ribu orang bisa membawa pulang motor. Adapun untuk kalangan menengah keatas biasanya memilih yang nyaman, aman, cepat, untuk yang kelas menengah kebawah yang dipilih adalah murah dan cepat. Kesimpulannya baik kalangan atas dan kalangan bawah, kedua2nya sama2 ingin cepat.
Senin, 15 September 2008
26. PETA DUNIA
Peta Dunia yang kita lihat sampai saat ini masih sama dengan yang pertama kami saya waktu masih di SR. terbetang bagai kertas dimana Benua Asia ada ditengah2 dan kepulauan Nusantara persis ditengah. Kemudian pelajaran waktu itu mengatakan bahwa Indonesia diapit oleh dua benua besar, dua lautan besar. Kalau kita hanya melihat peta itu, maka terbayang, kalau orang Inggris mau ke New York maka jaraknya akan jauh sekali karena harus melewati benua asia. Padahal kalau kita melihat peta dari sisi lain jarak antara London ke New York tidak selebar bentangan yang kita lihat di peta selama ini. Kalau kita melihat benda yang bundar seperti bola, maka yang terlihat adalah separo yang dekat dengan pandangan kita, sedangkan yang separo jauh dari pandangan kita tidak akat terlihat. Kalau pakai konsep ini maka kita tidak akan bisa melihat seluruh dunia hanya dalam satu tampilan. Sekali waktu saya pernah melihat gambar peta dunia, yang terlihat adalah benua Eropa dan Benua Amerika darat asia dan Australia tidak kelihatan sama sekali. Jadi ada baiknya juga dalam pembelajaran, waktu menampilkan peta harus bisa dilihat dari beberapa sisi, sehingga teori yang mengatakan bumi itu bundar sepeti bola bisa lebih mudah dipahami.
Kamis, 11 September 2008
25. JO JA JAN - JO JA JAN
Itu bunyi kereta jaman dulu, kalau sekarang bunyinya JA JAN - JA JAN. Jaman saya masih kecil, atau mungkin sekarang juga masih ada, bantalan rel atau ganjel terbuat dari kayu jati. Mungkin waktu itu kayu jati memang banyak. katanya, dengan kayu jati, pergerakkan rel bila sedang dilewati kereta lebih lentur sehingga relnya tidak mudah patah atau bengkok. Jaman sekarang ganjal rel sudah diganti dengan beton dan relnyapun panjang2, makanya bunyinya sekarang lain.
Rel kereta yang sampai sast ini, sudah ada dari dulu, dengan beberapa penggantian rel, karena sebagaian suddah dimakan umur. Waktu itu frekwensi kerela tidak sepadat sekarang, sehingga dengan jalur yang ada saat ini sudah tidak memadahi lagi. Tahun 60 an, kereta merupakan andalan untuk bepergian ke Jakarta, karena Bus belum banyak. Kemudian pada tahun 70 an bus AKAP mulai banyak beroperasi, tetapi kereta masih menjadi pilihan, karena lebih aman dari kecelakaan. Begitu masih era 90 an, jalur kereta mulai meningkat, kelasnyapun ada tiga kelas yakni: ekonomi, business dan utama. kesemua kelas tersebut masih pada jalur yang sama, sehingga yang kelas ekonomi sering dikalahkan. Akhir2 ini sudah mulai dibangun double track, awalnya Jakarta-cirebon kemudian belakangan kutoarjo-Jogya, dengan double Track waktu tempuh makin pendek. Kesamaan kereta dulu dan sekarang, kesamaannya dulu dan sekarang sama2 masih jadi andalan penumpang karena mulah, penuh sesak. Perdebaannya, dulu tidak ada pengamen, sekarang banyak pengamen, dulu kereta lebih aman dari kecelakaan, sekarang kereta sering mengalami kecelakaan, waktu tempuh Jakarta kutoarjo dulu hampir 12 jam sekarang cuma 8 jam, dulu naik kereta goncangannya sangat keras, sekarang lebih mulus karena deisamping bantalan rel terbuat dari beton jadinya lebih statis, dan relnyapun lebih panjang. Sungguh luar biasa kemajuannya dalam hal waktu tempuh. Sekarang yang perlu dibenahi bagaimana supaya tidak sering terjadi kecelakaan baik keretanya maupun pengguna jalan lainnya.
Rel kereta yang sampai sast ini, sudah ada dari dulu, dengan beberapa penggantian rel, karena sebagaian suddah dimakan umur. Waktu itu frekwensi kerela tidak sepadat sekarang, sehingga dengan jalur yang ada saat ini sudah tidak memadahi lagi. Tahun 60 an, kereta merupakan andalan untuk bepergian ke Jakarta, karena Bus belum banyak. Kemudian pada tahun 70 an bus AKAP mulai banyak beroperasi, tetapi kereta masih menjadi pilihan, karena lebih aman dari kecelakaan. Begitu masih era 90 an, jalur kereta mulai meningkat, kelasnyapun ada tiga kelas yakni: ekonomi, business dan utama. kesemua kelas tersebut masih pada jalur yang sama, sehingga yang kelas ekonomi sering dikalahkan. Akhir2 ini sudah mulai dibangun double track, awalnya Jakarta-cirebon kemudian belakangan kutoarjo-Jogya, dengan double Track waktu tempuh makin pendek. Kesamaan kereta dulu dan sekarang, kesamaannya dulu dan sekarang sama2 masih jadi andalan penumpang karena mulah, penuh sesak. Perdebaannya, dulu tidak ada pengamen, sekarang banyak pengamen, dulu kereta lebih aman dari kecelakaan, sekarang kereta sering mengalami kecelakaan, waktu tempuh Jakarta kutoarjo dulu hampir 12 jam sekarang cuma 8 jam, dulu naik kereta goncangannya sangat keras, sekarang lebih mulus karena deisamping bantalan rel terbuat dari beton jadinya lebih statis, dan relnyapun lebih panjang. Sungguh luar biasa kemajuannya dalam hal waktu tempuh. Sekarang yang perlu dibenahi bagaimana supaya tidak sering terjadi kecelakaan baik keretanya maupun pengguna jalan lainnya.
Selasa, 09 September 2008
24. MATA ANGIN
Dulu mempelajari mata angin merupakan bagian dari pelajaran Ilmu Bumi, kalau sekarang namanya Geografi, di SR klas IV dimulai dengan pelajaran Ilmu Bumi. Pengenalan pertama pelajaran mata angin. Walaupun keseharian kita sudah belajar mengenai arah, tetapi dalam mata angin ini lebih lengkap, karena disamping arah yang baku ditambah dengan arah tengah2. Yang baku yakni Utara-Selatan, Timur-Barat, Tambahannya Tenggara-barat laut dan Timur laut-barat daya. Itu dulu pelajar mengasikkan karena sambil tebak2an. Dan akhirnya hafal delapan jurusan.
Begitulah hampir semua anak2 ketika itu hafal arah, jadi disamping hafal juga bisa merasakan bagaimana rasanya menghadap keutara, keselatan dsb, cuma kalau suruh menjelaskan bagaimana rasanya ya susah.
Begitu merantau ke Jakarta, sama sekali tak terpakai, masalahnya kalau tanya arah, banyak orang yang tidak tahu. Makanya ditempat tinggal saya bingungnya paten, sudah tidak bisa berubah. Jadi walaupun rasanya menghadap keselatan tetapi sesungguhnya menghadap kebarat. Anehnya tidak disemua tempat mengalami bingung, ditempat tertentu tidak bingung.
Yang sering terjadi kalau dari tempat yang tidak bingung menuju tempat bingung, lebih bingung lagi. Suatu ketika saya berada disuatu tempat dengan teman saya, kemudian saya bilang: "ini kok rasanya menghadap ke Timur". Temannya komentar, bagaimana sih bedanya menghadap ke Barat atau ke timur. Belakangan saya baru tahu bahwa teman saya itu tidak bisa merasakan arah. Jadi malah tidak ada masalah.
Setelah saya perhatikan, yang sering membuat bingung adalah kalau ada jalan yang beloknya sedikit tidak sampai 90 derajat, ini sering bikin bingung, karena pada waktu belok setengahnya seolah2 sudah belok 90 derajat lagi.
Betapa kasihannya kalau sampai tidak tahu arah.
Begitulah hampir semua anak2 ketika itu hafal arah, jadi disamping hafal juga bisa merasakan bagaimana rasanya menghadap keutara, keselatan dsb, cuma kalau suruh menjelaskan bagaimana rasanya ya susah.
Begitu merantau ke Jakarta, sama sekali tak terpakai, masalahnya kalau tanya arah, banyak orang yang tidak tahu. Makanya ditempat tinggal saya bingungnya paten, sudah tidak bisa berubah. Jadi walaupun rasanya menghadap keselatan tetapi sesungguhnya menghadap kebarat. Anehnya tidak disemua tempat mengalami bingung, ditempat tertentu tidak bingung.
Yang sering terjadi kalau dari tempat yang tidak bingung menuju tempat bingung, lebih bingung lagi. Suatu ketika saya berada disuatu tempat dengan teman saya, kemudian saya bilang: "ini kok rasanya menghadap ke Timur". Temannya komentar, bagaimana sih bedanya menghadap ke Barat atau ke timur. Belakangan saya baru tahu bahwa teman saya itu tidak bisa merasakan arah. Jadi malah tidak ada masalah.
Setelah saya perhatikan, yang sering membuat bingung adalah kalau ada jalan yang beloknya sedikit tidak sampai 90 derajat, ini sering bikin bingung, karena pada waktu belok setengahnya seolah2 sudah belok 90 derajat lagi.
Betapa kasihannya kalau sampai tidak tahu arah.
Kamis, 04 September 2008
23. PUDUNAN/RIYAYAN/LEBARAN
Pudunan/Riyayan/Lebaran artinya sama saja.
Begitu turun shalat Id, bagi yang shalat, yang tidak juga tidak apa2, anak2 kecil termasuk saya mendatangi para orang tua, bersamalan sekedarnya, yang paling dituju adalah ingin mencicipi kue2 yang jarang ditemui pada hari2 biasa.
Pudunan sendiri dari kata mudun yakni turun, konon kata orang tua pada hari itu para leluhur turun, tapi turun kemana saya tidak tahu, makanya pada waktu itu orang2 pada malam takbiran memasang lampu minyak dan tempat air yang diisi air dan daun dadap, katanya kalau leluhurnya turun bisa cucu kaki dan tangan dahulu.
Bagi2 anak2 pakai baju baru, dapat sangu, makan kenyang sehari. Esok harinya pagi berangkat ke ketawang (laut selatan) dengan berjalan kaki, bekalnya ketupat dengan lauk sekedarnya. semua saya jalani dengan senang hati karena waktu itu memang itu adanya. Bekal uang sangat terbatas, makanya supaya tidak kelaparan, bawa ketupatnya banyak. Waktu berangkat serentak bersama2 dengan teman lain, jarak tempuh kira2 10 km. Dilaut mandi air laut sepuasnya, baju semua basah, tidak perlu ganti karena akan kering sendiri. Kalau sudah kecapaian baru berangkat pulang dengan jalan kaki juga. Besok paginya lagi, badan rentek, mata sakit karena kemasukkan pasir2 halus. Walupun jaraknya agak jauh dan yang dilihat cuma air, tetapi bisa beberapa kali pergi kelaut. Giliran pulang bekal sudah habis badan capai buka main nikmatnya.
itu semua kenangan waktu kecil tahun enam puluhan, sekarang kalau disuruh kelaut sudah malas. Ngak tahu bagaimana anak2 sekarang apa masih suka kelaut.
Begitu turun shalat Id, bagi yang shalat, yang tidak juga tidak apa2, anak2 kecil termasuk saya mendatangi para orang tua, bersamalan sekedarnya, yang paling dituju adalah ingin mencicipi kue2 yang jarang ditemui pada hari2 biasa.
Pudunan sendiri dari kata mudun yakni turun, konon kata orang tua pada hari itu para leluhur turun, tapi turun kemana saya tidak tahu, makanya pada waktu itu orang2 pada malam takbiran memasang lampu minyak dan tempat air yang diisi air dan daun dadap, katanya kalau leluhurnya turun bisa cucu kaki dan tangan dahulu.
Bagi2 anak2 pakai baju baru, dapat sangu, makan kenyang sehari. Esok harinya pagi berangkat ke ketawang (laut selatan) dengan berjalan kaki, bekalnya ketupat dengan lauk sekedarnya. semua saya jalani dengan senang hati karena waktu itu memang itu adanya. Bekal uang sangat terbatas, makanya supaya tidak kelaparan, bawa ketupatnya banyak. Waktu berangkat serentak bersama2 dengan teman lain, jarak tempuh kira2 10 km. Dilaut mandi air laut sepuasnya, baju semua basah, tidak perlu ganti karena akan kering sendiri. Kalau sudah kecapaian baru berangkat pulang dengan jalan kaki juga. Besok paginya lagi, badan rentek, mata sakit karena kemasukkan pasir2 halus. Walupun jaraknya agak jauh dan yang dilihat cuma air, tetapi bisa beberapa kali pergi kelaut. Giliran pulang bekal sudah habis badan capai buka main nikmatnya.
itu semua kenangan waktu kecil tahun enam puluhan, sekarang kalau disuruh kelaut sudah malas. Ngak tahu bagaimana anak2 sekarang apa masih suka kelaut.
Rabu, 03 September 2008
22. BUKA PUASA
Puasa, sebagaimana yang kita paham adalah wahana pengendalian diri, latihan merasakan kelaparan, supaya punya rasa tepa slira.
Tuhan dalam memberikan cobaan macam2, ada enak ada tidak enak, ada kaya ada miskin, ada cantik ada jelek, semua itu cobaan. Kalau lagi enak berarti kita dicoba dengan yang enak2, kalau lagi nggak enak berarti kita lagi dicoba dengan yang tidak enak. Tetapi banyak kejadian, kalau dicoba dengan yang enak sering tidak berhasil. Yang berhasil artinya dengan enak tetap bertakwa. Sedangkan yang dicoba dengan tidak enak, orang lebih berhasil, artinya dengan tetap bertakwa perlahan2 dapat bangkit.
Pada saat puasa orang kuat menahan lapar, karena kalau tidak kuat artinya tidak puasa. Tetapi pada saat sudah buka, bukan main sering kita membabi buta, lha wong sudah tidak puasa maka apa saja diembat. Sebetulnya pada saat buka itu kita tepat harus mengendalikan diri. Karena pengendalian diri adanya dikita sendiri. Dikatakan cukup juga menurut kita, dikatakan tidak cukup juga menurut kita. Jadi saat pengendalian diri malah pada saat kita berbuka. Kita tidak mengendalikan diri, artinya puasa itu mendidik untuk toleransi menjadi tidak tercapai. Muga2 saja gusti allah memberi kekuatan kita supaya tetap bisa mengendalikan diri.
Tuhan dalam memberikan cobaan macam2, ada enak ada tidak enak, ada kaya ada miskin, ada cantik ada jelek, semua itu cobaan. Kalau lagi enak berarti kita dicoba dengan yang enak2, kalau lagi nggak enak berarti kita lagi dicoba dengan yang tidak enak. Tetapi banyak kejadian, kalau dicoba dengan yang enak sering tidak berhasil. Yang berhasil artinya dengan enak tetap bertakwa. Sedangkan yang dicoba dengan tidak enak, orang lebih berhasil, artinya dengan tetap bertakwa perlahan2 dapat bangkit.
Pada saat puasa orang kuat menahan lapar, karena kalau tidak kuat artinya tidak puasa. Tetapi pada saat sudah buka, bukan main sering kita membabi buta, lha wong sudah tidak puasa maka apa saja diembat. Sebetulnya pada saat buka itu kita tepat harus mengendalikan diri. Karena pengendalian diri adanya dikita sendiri. Dikatakan cukup juga menurut kita, dikatakan tidak cukup juga menurut kita. Jadi saat pengendalian diri malah pada saat kita berbuka. Kita tidak mengendalikan diri, artinya puasa itu mendidik untuk toleransi menjadi tidak tercapai. Muga2 saja gusti allah memberi kekuatan kita supaya tetap bisa mengendalikan diri.
Selasa, 02 September 2008
21. MUDAH TERSINGGUNG
Belakangan ini sering kali melihat berita pembunuhan yang sadis:
1. Pembunuhan 3 orang di Meteng pada siang hari kurang dari satu jam, pelakunya hansip setempat, hanya untuk menguasai barang milik korban.
2. Di bandung, suami isteri yang sudah tua di bunuh oleh bekas pembantunya, alasannya sering dimarahi dan sering disuruh makan nasi basi.
3. Di bali suami isteri dibunuh oleh pembantunya karena merasa sakit hari sering dimarahi.
4. Yang Paling heboh adalah Ryan, yang teakhir alasannya tersinggung karena pacar sejenisnya mau dipakai korban.
Semua alasan diatas sepele, ingin memiliki barang orang lain, yang punya barang dibunuh, barang dimiliki, belum sempat menikmati sudah ketangkap, misalnya kemudian dihukum 10 tahun apa tidak menyesal.
Tersinggung kemudian yang menyinggung dibunuh.
Persoalannya hanya pada pemikiran sesaat baik itu emosi, grogi atau panik, kecuali yang memang mempunyai kelainan jiwa, sehingga tidak ada penyesalan sama sekalai.
Kalau normalnya pasti orang setelah melakukan pembunuhan akan menyesal karena kuhumannya akan berat dibanding dengan kenikmatai yang dirasakan.
Kalau seseorang sakit hati, kemudian membunuh, barang kali sakit hatinya sembuh sesaat, tapi selanjutnya hukuman yang dinikmati.
Kemudian yang dilakukan Ryan, masih susah di analisa, karena membunuh banyak orang dalam jangka waktu yang lama dan korbannya banyak kok bisa lancar2 saja.
Kembali ke soal emosi sesaat, disini perlunya ada pengendalian diri pada saat2 seperti itu, persoalannya pada saat panik sudah tidak bisa berpikir, lalu berbuat apa saja tidak berfikir resikonya.
Memang seharusnya pengendalian diri seharusnya ditekankan pada keadaan yang darurat, karena dalam keadaan tenang dan normal hampir semua orang bisa mengendalikan diri. Mungkin perlu juga pendidikan supaya orang tidak mudah tersinggung, pendidikan ndableg kira2 begitu. Karena yang nama nya tersinggung, itu soal perasaan, kalau kita bisa ndableg, pasti tidak mudah tersinggung. Sekarang seolah2 dengan mengatasnamakan tersinggung kemudian boleh melakukan apa saja.
Mungkin dunianya sudah tua, kaya orang, kalau sudah tua juga kadang2 mudah tersinggung.
Tapi coba, waktu merasa tersinggung, jangan lalu action, mikir sejenak, mungkin bisa mengurangi pembunuhan yang disebabkan karena tersinggung.
1. Pembunuhan 3 orang di Meteng pada siang hari kurang dari satu jam, pelakunya hansip setempat, hanya untuk menguasai barang milik korban.
2. Di bandung, suami isteri yang sudah tua di bunuh oleh bekas pembantunya, alasannya sering dimarahi dan sering disuruh makan nasi basi.
3. Di bali suami isteri dibunuh oleh pembantunya karena merasa sakit hari sering dimarahi.
4. Yang Paling heboh adalah Ryan, yang teakhir alasannya tersinggung karena pacar sejenisnya mau dipakai korban.
Semua alasan diatas sepele, ingin memiliki barang orang lain, yang punya barang dibunuh, barang dimiliki, belum sempat menikmati sudah ketangkap, misalnya kemudian dihukum 10 tahun apa tidak menyesal.
Tersinggung kemudian yang menyinggung dibunuh.
Persoalannya hanya pada pemikiran sesaat baik itu emosi, grogi atau panik, kecuali yang memang mempunyai kelainan jiwa, sehingga tidak ada penyesalan sama sekalai.
Kalau normalnya pasti orang setelah melakukan pembunuhan akan menyesal karena kuhumannya akan berat dibanding dengan kenikmatai yang dirasakan.
Kalau seseorang sakit hati, kemudian membunuh, barang kali sakit hatinya sembuh sesaat, tapi selanjutnya hukuman yang dinikmati.
Kemudian yang dilakukan Ryan, masih susah di analisa, karena membunuh banyak orang dalam jangka waktu yang lama dan korbannya banyak kok bisa lancar2 saja.
Kembali ke soal emosi sesaat, disini perlunya ada pengendalian diri pada saat2 seperti itu, persoalannya pada saat panik sudah tidak bisa berpikir, lalu berbuat apa saja tidak berfikir resikonya.
Memang seharusnya pengendalian diri seharusnya ditekankan pada keadaan yang darurat, karena dalam keadaan tenang dan normal hampir semua orang bisa mengendalikan diri. Mungkin perlu juga pendidikan supaya orang tidak mudah tersinggung, pendidikan ndableg kira2 begitu. Karena yang nama nya tersinggung, itu soal perasaan, kalau kita bisa ndableg, pasti tidak mudah tersinggung. Sekarang seolah2 dengan mengatasnamakan tersinggung kemudian boleh melakukan apa saja.
Mungkin dunianya sudah tua, kaya orang, kalau sudah tua juga kadang2 mudah tersinggung.
Tapi coba, waktu merasa tersinggung, jangan lalu action, mikir sejenak, mungkin bisa mengurangi pembunuhan yang disebabkan karena tersinggung.
Langganan:
Postingan (Atom)